Bagikan :
clip icon

Xi Jinping Dorong Kerja Sama AI dan Tolak Pandangan Perang Dingin di KTT SCO

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Presiden Tiongkok Xi Jinping menutup pidato kuncinya pada Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Astana, Kazakhstan, dengan seruan tegas agar negara-negara anggota memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan menolak mentalitas Perang Dingin. Dalam forum yang juga dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin serta para pemimpin India, Iran, Pakistan, dan negara-negara Asia Tengah lainnya, Xi menekankan bahwa era modern menuntut pendekatan terbuka, inklusif, dan berbasis aturan multilateral yang adil. Ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak boleh dijadikan senjata geopolitik, melainkan harus menjadi jembatan untuk konektivitas, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat global. Menurutnya, pendekatan blok-blok yang mengingatkan pada perang dingin hanya akan memperdalam kesenjangan digital dan menghambat potensi inovasi kolektif. Xi menambahkan bahwa Tiongkok siap berbagi pengetahuan, dataset terbuka, dan standar etika AI dengan semua negara SCO, tanpa diskriminasi ideologi atau sistem politik.

Untuk menerjemahkan visi tersebut ke dalam aksi kongkret, Xi Jinping mengusulkan lima pilar utama kerja sama AI di lingkungan SCO: (1) pembentukan Shanghai AI Research Consortium yang berkedudukan di Beijing dan Tashkent, fokus pada riset dasar dan aplikasi berbasis kebutuhan negara-negara berkembang; (2) peluncuran Shanghai AI Fellowship Program, beasiswa tiga tahun bagi 1.000 peneliti muda dari Asia Tengah, Asia Selatan, dan Timur Tengah untuk belajar di universitas-universitas unggulan Tiongkok dan Rusia; (3) kreasi Shanghai Open Data Lake, repositori data non-privasi multibahasa sebesar 50 petabyte yang dapat diakses secara real time untuk proyek riset bersama; (4) penetapan Shanghai AI Ethics Charter versi 2.0, memperbarui prinsip transparansi, privasi, dan keamanan siber berdasarkan masukan multi-pihak; dan (5) pelaksanaan Shanghai Digital Silk Road Initiative, paket investasi AI senilai USD 30 miliar untuk membangun pusat data hijau, jaringan 5G, dan smart city di wilayah anggota SCO. Setiap negara peserta juga dijanjikan akses ke platform pelatihan AI berbasis cloud Tiongkok, yang telah digunakan lebih dari 12 juta pengembang dunia.

Meskipun retorika Xi terdengar idealis, realitas geopolitik tetap menjadi tantangan besar. Uni Eropa dan Amerika Serikat terus memperketat pembatasan ekspor chip dan teknologi AI ke Tiongkok, menimbulkan kekhawatiran bahwa kerja sama SCO bisa dipersepsikan sebagai bentuk balancing terhadap dominasi Barat. India, sebagai salah satu anggota SCO, memiliki posisi berhati-hati karena bergabung pula di Aliansi Quad dengan AS, Jepang, dan Australia. Sementara itu, Rusia menggunakan forum ini untuk memamerkan kecerdasan buatan buatan domestiknya—seperti model bahasa generatif Gigachat—namun terbatas oleh sanksi teknologi internasional pasca invasi ke Ukraina. Para analis menekankan bahwa keberhasilan kerja sama AI SCO sangat bergantung pada kemampuan negara-negara peserta menyeimbangkan kepentingan nasional dan kepentingan kolektif. Di sisi lain, negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Kirgizstan melihat momentum ini sebagai kesempatan emas untuk modernisasi sektor publik mereka dengan solusi AI murah dan cepat dipasang dari Tiongkok, tanpa kewajiban politik yang berat.

Peluang ekonomi yang lahir dari sinergi AI SCO tampak sangat besar. Sektor pertanian di Uzbekistan bisa meningkatkan hasil panen hingga 25 persen dengan sistem drone dan analitik prediktif hasil kolaborasi Tiongkok-Israel-Uzbekistan. Kazakhstan, sebagai negara pengekspor minyak terbesar di kawasan, berencana menerapkan teknologi AI untuk inspeksi pipa bawah laut dan mengurangi kebocoran sebesar 40 juta barel per tahun. Pakistan memanfaatkan komputasi awan SCO untuk mendiagnosis penyakit tropis secara lebih cepat dan akurat di daerah pedesaan yang sulit dijangkau dokter. Di Afghanistan, proyek pendidikan virtual berbasis AI mulai menjangkau 3 juta anak sekolah yang terputus akses pendidikan konvensional karena konflik. Namun, tantangan tidak bisa diabaikan: kesenjangan infrastruktur digital yang mencolok, regulasi data yang berbeda-beda, serta krisis kepercayaan publik terhadap keamanan data pribadi. Untuk itu, Xi Jinping menjanjikan pembentukan Shanghai AI Governance Council yang independen, terdiri dari akademisi, regulator, dan wakil masyarakat sipil, guna menjamin bahwa setiap implementasi AI benar-benar berbasis manfaat bersama.

Ke depan, relevansi SCO dalam dinamika kekuatan global akan semakin teruji. Jika kerja sama AI berhasil dipraktekkan secara adil dan transparan, organisasi ini bisa menjadi contoh baru diplomasi teknologi selatan-selatan yang menyaingi model Barat. Namun, jika negara-negara anggota lebih memilih memainkan kartu nasionalis, maka potensi besar tersebut hanya akan menjadi janji manis di atas kertas. Para pemimpin SCO sepakat untuk mengadakan SCO AI Summit tahunan mulai 2025, dengan tuan rumah pertama Kazakhstan dan tema utama Inklusivitas AI untuk Pembangunan yang Tidak Ditinggalkan. Sebagai langkah awal, mereka akan membangun Shanghai AI Incubator Network di 15 kota anggota, yang akan menjadi wadah bagi startup, universitas, dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi secara terbuka. Jika semua rencana terealisasi, maka pada tahun 2030 diperkirakan 500 juta penduduk kawasan SCO akan merasakan dampak langsung dari transformasi digital berbasis AI yang lebih merata.

Ingin mengikuti jejak transformasi digital seperti yang digaungkan SCO? Percayakan kebutuhan AI, pemrograman, dan sistem ERP perusahaan Anda kepada Morfotech. Kami menyediakan solusi end-to-end: integrasi ERP berbasis Odoo, pengembangan aplikasi AI kustom, serta pelatihan praktis untuk tim internal Anda. Hubungi kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi website resmi https://morfotech.id untuk konsultasi gratis dan demo langsung. Bersama Morfotech, digitalisasi bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang terukur dan berkelanjutan.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Senin, September 1, 2025 2:03 PM
Logo Mogi