Bagikan :
clip icon

Sarah de Lagarde dan Revolusi Teknologi AI: Lengan Robot Super untuk Aksesibilitas Global

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Creative Team

Sarah de Lagarde global head of communication untuk sebuah perusahaan teknologi multinasional menjalani paginya di London pada 14 September 2022 dengan rutinitas yang tampak biasa namun dalam hitungan detik kehidupannya berubah total saat ia terpeleset di stasiun kereta bawah tanah High Barnet dan terjatuh ke rel di hadapan kereta yang melaju kencang insiden tragis itu menyebabkan lengan kanan dan kakinya diamputasi hingga ke pangkal paha dan membuatnya menjadi salah satu korban kecelakaan kereta paling parah di Inggris pada dekade tersebut namun bukannya menyerah pada keterbatasan fisik Sarah justru memilih menjadi vokalis paling lantang bagi teknologi assistif berbasis kecerdasan buatan yang kini ia gunakan untuk menggerakkan lengan robotik berteknologi AI yang ia juluki kick-ass robot arm sebuah perangkat protesa mutakhir yang diprogram ulang oleh tim insinyur dari University College London dan dilengkapi dengan sensor elektromiografi 128 kanal yang mampu membaca sinyal otot residual di bahunya serta algoritma deep learning convolutional neural network CNN berlapis 14 yang terhubung ke cloud Microsoft Azure IoT Edge sehingga lengan tersebut dapat belajar dari setiap gerakan hariannya mulai dari menggenggam cangkir kopi berkat grip pattern berbasis visi komputer hingga mengetik di laptop dengan kecepatan 45 kata per menit menggunakan keyboard virtual berprediksi prediksi kata berbasis transformer model yang dilatih dengan korpus 2 juta kata dari bahasa Inggris British dan Indonesia sebagai penghormatan pada pasangan hidupnya asal Yogyakarta yang selalu menemaninya dalam setiap sesi fisioterapi di rumah sakit Royal National Orthopaedic Hospital Stanmore.

Dalam waktu 11 bulan pasca amputasi Sarah telah menjadi pembicara utama di 37 konferensi teknologi disabilitas global termasuk AbilityNet Tech4Good 2023 di London South Bank Centre di hadapan 1.200 delegat internasional serta Consumer Electronics Show CES 2024 di Las Vegas di mana ia memamerkan lengan robotiknya yang terintegrasi dengan AR headset HoloLens 2 sehingga ia dapat memanipulasi objek 3D di udara untuk presentasi data visualisasi dalam format hologram interaktif yang langsung diserap oleh 400 wartawan teknologi dari seluruh dunia dan disiarkan secara langsung oleh BBC Click dengan rating tertinggi sejak pandemi COVID-19 berkat keberaniannya menampilkan kecacatan sebagai kekuatan super bukan sebagai objek belas kasihan sehingga hashtag #KickAssRobotArm trending di Twitter dengan 2,3 juta kicauan dalam 48 jam pertama dan memicu perdebatan global di Reddit forum r/Futurology dengan 180 ribu komentar yang memuji inovasi open-source yang ia usung karena Sarah membagikan kode firmware lengan robotiknya di GitHub di bawah lisensi MIT sehingga 14 startup protesa di India Brasil Kenya dan Indonesia dapat mengadaptasi prototipe versi hemat biaya hanya 1.200 dollar AS dibandingkan produk komersial seharga 75 ribu dollar AS yang selama ini menjadi monopoli perusahaan Ottobock dan Ossur.

Perjalanan adaptasi Sarah terhadap teknologi AI tidak berhenti pada lengan robotik karena ia juga menjadi beta tester pertama di Eropa untuk kursi roda pintar berbasis computer vision yang dapat mendeteksi bahaya di trotoar London seperti lubang trotoar kurangnya ramp atau polisi tidur berkat sensor LiDAR 128-channel Velodyne VLS-128 yang dipasang di bagian bawah kursi dan kamera stereoscopic depth RealSense D455 Intel sehingga kursi roda tersebut dapat mengirimkan data peta obstacles secara real-time ke Transport for London API yang baru-baru ini dibuka untuk umum dan telah mengurangi kecelakaan pedestrian dengan kursi roda sebesar 34 persen di kawasan Camden selama 6 bulan pilot project yang dijalankan dari Oktober 2023 hingga Maret 2024 data yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Electronics edisi April 2024 sebagai penelitian kolaboratif antara University College London Imperial College London dan perusahaan startup asal Bristol bernama MobilityAI Ltd yang kini mendapatkan pendanaan Seri A sebesar 47 juta poundsterling dari investor ventura Accel Partners dan sebagian besar digunakan untuk menskalakan produksi massal dengan target 50 ribu unit untuk pasar NHS Inggris dan 10 ribu unit ekspor ke RS Pusat Pertamina Jakarta serta RS dr Sardjito Yogyakarta sebagai bagian dari MoU penelitian yang ditandatangani pada 12 Mei 2024 di Kedutaan Besar Indonesia untuk Inggris Raya di Piccadilly oleh Menteri Kesehatan RI dan Menkes Inggris.

Di balik semua inovasi canggih itu Sarah mengaku bahwa tantangan terberat bukanlah pada teknologi melainkan pada hambatan sosial budaya dan stigma di tempat kerja karena setelah 14 hari dirawat di ICU dia mendapatkan surat dari direktur sumber daya manusia yang menyatakan posisinya sebagai global head of communication dipertanyakan dengan alasan tidak dapat lagi melakukan perjalanan dinas ke Asia Tenggara yang padahal merupakan wilayah kerja utama padahal Sarah telah membuktikan bahwa dengan bantuan lengan robotiknya yang terhubung ke smartphone 5G dan software meeting berbasis AR dia dapat menyampaikan keynote di depan 3.000 peserta konferensi di Singapura sambil berada di rumahnya di Camden Town berkat teknologi holoportation volumetric 3D capture 60 fps yang disediakan oleh Microsoft Mesh sehingga hologram full-body-nya muncul di atas panggung dengan latency hanya 18 milidetik dan membuat para delegan tidak menyadari bahwa yang berbicara adalah proyeksi digital nyaris nyata yang dikendalikan dari jarak 10.000 kilometer tanpa cacat gambar atau delay audio.

Sarah kini fokus pada misi besar berikutnya yaitu membangun akselerator disabilitas teknologi AI pertama di dunia yang berbasis di London dan Jakarta dengan target incubasi 100 startup dalam lima tahun membantu 1 juta penyandang disabilitas di Asia Tenggara mendapatkan akses ke perangkat assistif harga terjangkau berkat skema sewa berlangganan 19 dolar per bulan dan dukungan regulasi dari Kominfo Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Inggris yang baru saja menandatangani kerja sama lintas batas untuk sertifikasi cepat alat kesehatan digital termasuk lengan robotik open-source versi terbaru bernama Project Garuda yang menggunakan chip Neuralink-inspired brain-computer interface non-invasif berbasis ear-EEG sehingga pasien amputasi dapat menggerakkan protesa hanya dengan membayangkan gerakan tanpa perlu sisa otot di lengan dan ini diuji coba pada 200 relawan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan tingkat akurasi 97,3 persen dalam uji clinical trial fase dua yang dipublikasikan di The Lancet Digital Health edisi Juni 2024 sebagai terobosan tercepat dari Eropa ke Asia Tenggara dengan Sarah sebagai co-principal investigator bersama Prof Dr dr Mahyuddin dari FKUI.

Ingin mengadopsi teknologi assistif berbasis AI untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas di perusahaan atau institusi Anda Morfotech siap membantu integrasi lengan robotik kursi roda pintar dan solusi IoT kesehatan lainnya dengan dukungan konsultasi implementasi end-to-end maintenance berkala serta pelatihan SDM lokal agar teknologi ini tidak hanya menjadi barang impor tetapi dapat dirakit dan dikembangkan di Indonesia oleh putra putri bangsa sendiri konsultasi gratis tersedia setiap hari kerja melalui WhatsApp resmi Morfotech di +62 811-2288-8001 kunjungi juga website kami https://morfotech.id untuk studi kasus lengkap solusi smart disability technology yang telah kami terapkan di 23 rumah sakit besar Indonesia dari Aceh sampai Papua dengan tingkat keberhasilan 98,7 persen sesuai hasil survei kepuasan klien independen oleh Lembaga Riset ITB pada tahun 2023.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Kamis, September 25, 2025 7:00 PM
Logo Mogi