Bagikan :
clip icon

Jay Marine Ditunjuk Pimpin Operasional Amazon Prime Video Amerika Serikat, Albert Cheng Fokus pada AI

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Pergantian kepemimpinan besar-besaran baru saja terjadi di Amazon Prime Video Amerika Serikat. Jay Marine, direktur global olahraga dan penjualan iklan yang telah mengabdi hampir dua dekade di Amazon, secara resmi menjabat sebagai pimpin tunggal seluruh operasi bisnis Prime Video di negara Paman Sam tersebut. Konsolidasi ini menandakan langkah strategis Amazon untuk menyederhanakan rantai komando dan mempercepat pertumbuhan konten, iklan, serta teknologi distribusi. Sementara itu, Albert Cheng—figur sentral di balik ekspansi Prime Video di Amerika Serikat—beralih ke posisi baru yang lebih futuristik: fokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI). Posisi barunya disebut sebagai Vice President of Artificial Intelligence Strategy, sebuah jabatan baru yang mencerminkan komitmen Amazon untuk mengintegrasikan AI di setiap lini produk video streaming. Dengan alih-tugas ini, Prime Video mengharapkan sinergi lebih kuat antara konten, teknologi, dan pendapatan iklan yang mampu menaikkan laba secara eksponensial.

Jay Marine tidak asing lagi di jagat streaming global. Ia bergabung dengan Amazon pada 2004 sebagai salah satu karyawan awal divisi e-commerce, kemudian pindah ke Prime Video pada 2016 sebagai Head of Global Sports. Di bawah kepemimpinannya, Prime Video berhasil memboyong hak siar eksklusif NFL Thursday Night Football senilai US$1 miliar per musim, memperluas portofolio olahraga dengan ATP Tour, WTA, Premier League, dan MotoGP. Pada 2021, ia menambah tanggung jawab untuk mengelola divisi iklan Prime Video, menghadirkan format IMDb TV yang kini rebranding menjadi Freevee. Prestasi gemilangnya mencakup pertumbuhan revenue iklan sebesar 180 persen dalam dua tahun, serta penandatanganan kontrak iklan dengan 300+ merek Fortune 500. Kini, sebagai satu-satunya pimpinan vertikal, Marine bertugas mengintegrasikan tim sport, original content, licensing, ad sales, dan product marketing. Ia akan melapor langsung ke Mike Hopkins, SVP Prime Video & Amazon Studios. Daftar prioritas kerja lima bulan pertama: (1) mempercepat penetrasi pasar olahraga kampus dengan kontrak NCAA, (2) memboyong hak siar NBA setelah kontrak Disney/ESPN berakhir pada 2025, (3) meluncurkan paket premium ads-light yang menargetkan 60 juta subscriber, (4) meningkatkan rasio konten lokal AS menjadi 40 persen dari total 2024 slate, (5) membangun pusat data baru di Ohio untuk mendukung 4K HDR streaming massal.

Sementara itu, peran baru Albert Cheng sebagai VP of AI Strategy menandakan pergeseran fokus Amazon dari ekspansi konten ke optimasi teknologi backend. Cheng, yang sebelumnya menjabat sebagai COO Prime Video US, mengawasi 2.500 karyawan yang tersebar di kantor Seattle, Culver City, New York, dan Austin. Portfolio-nya mencakup original series seperti The Boys, The Marvelous Mrs. Maisel, dan Jack Ryan, yang secara kolektif meraih 50+ nominasi Emmy. Di bawah kepemimpinannya, Prime Video US berhasil menambah 35 juta subscriber sejak 2019. Namun, tantangan besar muncul: biaya produksi konten melonjak 40 persen karena inflasi ekonomi kreatif, sementara churn rate naik ke 12 persen. Dengan demikian, Cheng percaya AI adalah kunci efisiensi. Empat misi besar yang akan digarapnya antara lain: (1) pengembangan algoritma generatif untuk penulisan skrip adaptasi otomatis, (2) implementasi AI dubbing real-time dalam 20 bahasa lokal, (3) sistem rekomendasi berbasis Large Language Model (LLM) yang memperpendek waktu pencarian konten pengguna menjadi di bawah 10 detik, (4) teknologi upscaling SD ke 4K HDR otomatis untuk 5.000 judul legacy. Ia akan memimpin tim riset yang berkolaborasi dengan Amazon Web Services (AWS) dan Alexa AI, serta menjalin kemitraan dengan universitas Stanford dan MIT untuk talent pipeline.

Dampak langsung dari konsolidasi ini terhadap pelanggan dan industri dapat dirasakan dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Pertama, pengguna Prime Video akan melihat peningkatan kuantitas promo olahraga live, terutama sepakbola Amerika dan MotoGP, yang diperkirakan tumbuh 30 persen lebih banyak dibanding kuartal sebelumnya. Kedua, paket berlangganan baru bernama Prime Video Max akan diluncurkan pada Januari 2025, menggabungkan konten original bebas-iklan dan konten live beriklan pada satu dashboard, dengan harga US$14,99/bulan. Ketiga, pengiklan akan mendapatkan fitur audience matching berbasis AI yang dapat memprediksi konversi penjualan dengan akurasi 85 persen, menurut beta test yang dilakukan di AS bagian barat. Keempat, pengembang konten independen dipersilakan mengikuti program Amazon Storyteller AI Fellowship dengan dana hibah US$50 juta untuk 100 proyek skenario. Kelima, perubahan ini menstimulasi kompetitor seperti Netflix, Disney+, dan Max untuk mempercepat pengembangan fitur iklan dan olahraga mereka. Netflix dikabarkan bakal mengejar hak siar Formula E dan WWE, sementara Disney+ tengah negosiasi dengan NBA untuk paket hybrid streaming-TV kabel.

Secara makro, langkah Amazon menunjukkan tren konsolidasi platform streaming global menuju model hibrida subscription-ads, sekaligus investasi besar pada infrastruktur AI. Analis Goldman Sachs memperkirakan revenue Prime Video mencapai US$18 miliar pada tahun fiskal 2025, tumbuh 25 persen year-on-year, dengan 40 persennya berasal dari iklan dan sponsorship. Posisi Amazon di pasar cloud melalui AWS juga diuntungkan, karena lonjakan permintaan GPU untuk workload AI Prime Video diproyeksikan meningkatkan pendapatan AWS sebesar US$600 juta. Di sisi regulasi, kantor Federal Trade Commission (FTC) akan memantau konsolidasi ini terhadap potensi monopoli hak siar olahraga, namun peluang disetujui besar karena kompetisi masih ketat. Di Indonesia, fenomena ini menjadi peluang bagi penyedia konten lokal untuk menjalin kemitraan distribusi dengan Prime Video, terutama dalam konten sinetron dan sepakbola Liga 1. Dengan keahlian Jay Marine di bidang olahraga, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi tuan rumah eksklusif Prime Video untuk SEA Games atau Piala AFC 2026.

Butuh sistem IT yang handal untuk mendukung bisnis streaming Anda? Morfotech solusinya! Kami menyediakan layanan end-to-end: konsultasi arsitektur cloud, deployment AWS/Azure/GCP, hingga maintenance 24/7. Tim kami telah membantu 120+ perusahaan OTT lokal menaikkan uptime hingga 99,99 persen. Hubungi kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi https://morfotech.id untuk konsultasi gratis 30 menit. Transformasi digital Anda dimulai di sini.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Jumat, Agustus 29, 2025 2:01 PM
Logo Mogi