Bagikan :
clip icon

Empat Faktor Utama yang Menjadikan Alphabet Termurah di Kelasnya Menurut Ross Gerber

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Ross Gerber yang merupakan presiden sekaligus chief executive officer dari Gerber Kawasaki Wealth and Investment Management dalam wawancara terbarunya di CNBC Fast Money menegaskan bahwa saham Alphabet Inc tengah diperdagangkan pada level valuasi yang tidak adil bila dibandingkan dengan raksasa teknologi lain di kelas mega-cap. Menurut analis yang juga pengelola dana miliaran dolar AS ini, saham Google-parent kini tersedia di kelipatan harga yang jauh lebih murah ketimbang Microsoft Corporation Amazon.com Inc dan beberapa pemain besar berkapitalisasi pasar tinggi lainnya. Faktor pertama yang dicatatkan Gerber adalah rendahnya rasio harga terhadap laba forward yang mencatatkan ticker GOOGL berada di kisaran 21 kali sementara Microsoft di 30 kali dan Amazon di atas 50 kali. Faktor kedua adalah tingginya posisi kas neto konsolidasi Alphabet yang mencapai 101 miliar dolar AS pada kuartal ketiga 2023 yang mampu menutupi sebagian besar risiko penurunan profitabilitas akibat investasi intensif di masa depan. Faktor ketiga adalah tingkat pengembalian ekuitas alias return on equity yang stabil di angka 27 persen yang masih di atas rata-rata industri teknologi di 19 persen. Faktor keempat adalah kombinasi pertumbuhan pendapatan dua digit yang terjaga sebesar 11 persen year-on-year pada trw III 2023 ditambah ekspansi margin operasional yang tercatat di level 25 persen yang menunjukkan efisiensi biaya yang impresif di tengah kenaikan belanja modal untuk kecerdasan buatan. Gerber menambahkan bahwa investor sering kali lupa bahwa Alphabet tidak hanya memiliki Google Search tetapi juga YouTube Google Cloud Waymo dan sejumlah lini bisnis berbasis data yang memiliki total addressable market bernilai triliunan dolar sehingga diskon saat ini adalah anomali sementara yang memberikan peluang entry point berkualitas tinggi bagi investor jangka panjang.

Belanja modal Alphabet yang diproyeksikan mencapai 45 miliar dolar AS pada tahun 2024 dipandang sebagai katalis utama yang akan mendorong lonjakan kapasitas komputasi dan efisiensi biaya di lini bisnis pencarian iklan serta komputasi awan Google Cloud. CFO Alphabet Ruth Porat dalam konferensi pers terakhir mengonfirmasi bahwa sekitar 60 persen dari belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan pusat data baru peningkatan server TPU generasi kelima dan ekspansi jaringan serat optik global yang menghubungkan lebih dari 200 negara dan wilayah. Langkah besar ini akan menghadapi tantangan langsung dari Microsoft Azure yang telah mengumumkan komitmen 50 miliar dolar AS untuk fiskal 2024 yang sebagian besar digunakan untuk menggarap permintaan pelanggan enterprise terhadap layanan OpenAI melalui Azure AI Services. Amazon Web Services tidak tinggal diam dengan menyiapkan 35 miliar dolar AS untuk fiskal 2024 guna memperluas region Asia Pasifik Tengah Timur serta menambah cluster GPU NVIDIA H100 dan H200 terbaru. Alphabet merespons dengan strategi agresif yaitu menurunkan harga Google Cloud Platform hingga 20 persen dalam beberapa SKU komputasi instance standar untuk menarik start-up dan perusahaan menengah yang ingin migrasi ke cloud. Selain itu Google juga menggandeng mitra lokal seperti Telkomsigma Indonesia Tech Mahindra India dan SoftBank Telecom Jepang untuk membangun joint-innovation center yang akan memfasilitasi proof of concept AI dan data warehouse modernisasi bagi korporasi di kawasan tersebut. Dorongan ini membuat Google Cloud Platform tumbuh 35 persen year-on-year pada kuartal ketiga 2023 yang merupakan pertumbuhan paling cepat di antara tiga hyperscaler utama sekaligus menekan ketimpangan skala ekonomi yang selama ini menjadi kelemahan dibanding AWS dan Azure.

Kompetisi ketat di bidang kecerdasan buatan memaksa Alphabet untuk menghabiskan lebih dari 200 juta dolar AS hanya untuk merekrut talenta AI kelas dunia pada tahun fiskal 2023 yang mencakup pakar deep learning spesialis large language model serta insinyur sistem terdistribusi yang sebelumnya bernaung di OpenAI Meta Platforms dan startup seperti Cohere atau Anthropic. Jumlah talenta AI yang bekerja di Google dan anak perusahaan kini mencapai 5.700 orang yang tersebar di Mountain View New York London Tel Aviv dan Toronto. Untuk mempertahankan daya tarik employer branding Alphabet menaikkan paket kompensasi rata-rata untuk role AI engineer hingga 18 persen menjadi 347 ribu dolar AS per tahun yang sudah termasuk bonus tunai saham dan opsi. Perusahaan juga menggelontorkan dana 100 juta dolar AS ke Google for Startups Accelerator untuk membina 125 start-up AI di Asia Pasifik dan Amerika Latin dengan pendekatan program mentor 12 minggu yang berfokus pada fine-tuning model Gemini. Di sisi lain Microsoft diketahui menawarkan paket total remuneration yang lebih kompetitif di kisaran 400 ribu dolar AS per tahun untuk level serupa namun Google membalas dengan kultur kerja yang lebih kondusif dan kemampuan akses langsung ke infrastruktur TPU generasi terbaru yang diklaim lebih hemat energi hingga 40 persen ketimbang GPU NVIDIA A100. Sebagai tambahan Alphabet juga membangun fasilitas riset baru bernama Google AI Campus di Sunnyvale seluas 1,1 juta kaki persegi yang akan menampung 4.000 karyawan riset mulai kuartal kedua 2025. Investasi human capital ini diyakini akan menjaga daya saing jangka panjang Google terutama ketika persaingan di bidang LLM generasi berikutnya semakin memanas dengan kehadiran GPT-5 Claude dan Llama 3 yang semuanya menargetkan perilisan pada 2025.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa saham GOOGL berada dalam fase konsolidasi di kisaran harga 130-150 dolar AS sejak Januari 2024 namun indikator momentum tetap bullish dengan relative strength index di 58 dan MACD yang memperlihatkan golden cross pada grafik harian. Level support utama terletak di 125 dolar AS yang juga berada di dekat 100-day exponential moving average sedangkan resisten terdekat adalah 155 dolar AS yang sesuai dengan swing high sebelumnya pada November 2023. Bila resisten tersebut berhasil ditembus maka target kenaikan berikutnya menuju 170 dolar AS akan terbuka lebar yang berarti upside potential lebih dari 18 persen dari harga saat ini. Volume transaksi harian juga mencatat peningkatan 25 persen dibandingkan rata-rata tiga bulan yang menandakan akumulasi oleh institusi besar. Dari sisi valuation rasio price to earnings trailing twelve months berada di 24,7 kali yang masih rendah dibandingkan Apple di 29,8 kali Nvidia di 65 kali dan Amazon di 48 kali. EV/EBITDA juga hanya 18 kali sedangkan median sektor teknologi di 23 kali. Analis dari Bernstein menaikkan target harga menjadi 165 dolar AS dengan asumsi laba per saham 2024 akan tumbuh 16 persen didorong oleh peningkatan kontribusi Google Cloud dan YouTube Shorts monetisasi. Sementara itu JP Morgan dan Goldman Sachs keduanya mempertahankan rekomendasi overweight dengan target harga 150 dan 160 dolar AS. Risiko utama yang perlu diperhatikan adalah potensi tekanan margin akibat investasi AI yang masif serta risiko regulasi dari Departemen Kehakiman AS yang menuntut Google atas monopoli di pasar pencarian.

Melihat keseluruhan proyeksi fundamental dan teknikal Alphabet terlihat bahwa valuasi saat ini adalah anomali sementara yang dapat dimanfaatkan oleh investor dengan horizon jangka panjang. Kombinasi pertumbuhan pendapatan dua digit laba usaha yang solid posisi kas yang kuat serta kontribusi yang makin besar dari segmen cloud dan AI menjadikan cerita investasi Alphabet tetap menarik. Selain itu integrasi model Gemini ke ekosistem produktivitas Google Workspace dan Android 15 akan menciptakan sinergi yang belum tersentuh oleh para pesaing utama. Investor yang mencari eksposur terhadap tren AI tanpa harus membayar premi mahal seperti halnya saham Microsoft atau Nvidia dapat menjadikan GOOGL sebagai pilihan utama di portofolio. Sebagai catatan penting diversifikasi tetap harus dilakukan dengan alokasi maksimal 8-10 persen dari total portofolio untuk meminimalisir risiko volatilitas jangka pendek. Stop loss dapat dipasang di area 120 dolar AS sebagai proteksi bila terjadi penurunan tajam akibat sentimen negatif makro.

Ingin transformasi digital bisnis Anda semakin cepat dan terukur? Percayakan pada Morfotech solusi teknologi terintegrasi untuk website aplikasi ERP sistem manajemen inventori dan cloud infrastruktur yang telah dipercaya lebih dari 300 perusahaan di Indonesia. Konsultasi gratis dan demo produk langsung hubungi tim kami di WhatsApp +62 811-2288-8001 atau kunjungi website resmi https://morfotech.id sekarang juga.

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Selasa, September 2, 2025 2:05 PM
Logo Mogi