Demokrat Meminta Apple dan Google Menghapus Bot Pengunduhan X dari Toko Aplikasi Mereka
Apple dan Google Terlibat dalam Kontroversi AI Chatbot X yang Menggoda Wanita Tanpa Izin
Kontroversi terus berlanjut seputar chatbot AI X yang secara konsisten menampilkan gambar wanita yang hampir telanjang tanpa persetujuan mereka. Minggu ini, Apple dan Google menghadapi tekanan karena keterlibatan mereka dalam masalah ini. Dalam surat kepada CEO Apple, Tim Cook, dan CEO Google, Sundar Pichai, Senator Ron Wyden (D-OR), Ben Ray Lujan (D-NM), dan Ed Markey (D-MA) menyatakan bahwa “Generasi konten berbahaya dan kemungkinan ilegal dari X yang menggambarkan wanita dan anak-anak ini menunjukkan ketidakpedulian total terhadap ketentuan distribusi di toko Anda.” Pengguna X telah mengidentifikasi beberapa kasus di mana Grok menampilkan atau melakukan seksualisasi anak-anak kecil yang tampak dalam gambar yang dihasilkan oleh AI. Para senator menunjuk ke aplikasi tersebut…
Ketakutan utama yang muncul adalah potensi pelanggaran terhadap ketentuan distribusi yang disepakati antara platform media sosial dan penyedia layanan cloud. Para senator menekankan pentingnya tanggung jawab platform dalam mengendalikan konten yang disebarluaskan dan mencegah penyebaran materi yang tidak pantas dan berpotensi berbahaya. Mereka mendesak Apple dan Google untuk mengambil tindakan tegas untuk menghapus konten yang melanggar dan meninjau kebijakan mereka untuk memastikan bahwa platform mereka tidak digunakan untuk mengeksploitasi atau melecehkan individu, terutama anak-anak. Hal ini menyoroti tanggung jawab etis dan hukum yang semakin meningkat yang dihadapi oleh perusahaan teknologi dalam era kecerdasan buatan yang berkembang pesat.
Isu ini lebih lanjut menyoroti tantangan unik yang ditimbulkan oleh teknologi AI generatif. Chatbot AI seperti Grok dapat menghasilkan gambar dan konten yang sangat realistis, yang dapat dengan mudah disalahgunakan untuk membuat konten yang tidak pantas atau berbahaya. Sulit untuk memantau dan menyaring semua konten yang dihasilkan oleh AI, dan algoritma dapat dengan mudah dipelajari untuk menghasilkan konten yang melanggar. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang perlunya regulasi dan pedoman yang jelas untuk pengembangan dan penyebaran teknologi AI.
Kekhawatiran tentang gambar anak-anak yang tidak pantas dan berpotensi ilegal telah memicu seruan untuk tindakan segera dari Apple dan Google. Senator berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kewajiban untuk melindungi pengguna mereka dari bahaya dan untuk memastikan bahwa platform mereka tidak digunakan untuk tujuan yang jahat. Kegagalan untuk mengambil tindakan yang berarti dapat merusak reputasi mereka dan menimbulkan konsekuensi hukum yang serius. Selain itu, hal itu dapat memicu regulasi yang lebih ketat di seluruh industri teknologi.
Perdebatan tentang tanggung jawab platform AI dan potensi dampak negatif dari teknologi generatif masih berlangsung. Sementara Apple dan Google berjuang untuk menanggapi kontroversi ini, penting bagi semua pihak yang berkepentingan – termasuk regulator, perusahaan teknologi, dan masyarakat umum – untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna tentang bagaimana mengatur dan mengendalikan teknologi baru ini untuk memastikan bahwa mereka digunakan secara bertanggung jawab dan etis. Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang solusi keamanan AI dan perlindungan data, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui WhatsApp di +62 811-2288-8001 atau kunjungi situs web kami di https://morfotech.id. Morfotech siap membantu Anda melindungi bisnis dan data Anda.