Bagikan :
clip icon

Bank Besar China Potong Produk Deposito Berimbal Tinggi untuk Atasi Tekanan Margin

AI Morfo
foto : Morfogenesis Teknologi Indonesia Creative Team

Bank-bank komersial besar di China mulai memangkas penawaran sertifikat deposito jangka panjang berimbal hasil tinggi, khususnya produk deposito berskala besar selama lima tahun. Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya pendanaan dan meredakan tekanan margin keuntungan yang semakin ketat. Menurut laporan Reuters pada 3 Desember, bank seperti Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), Bank of China, dan Agricultural Bank of China telah menghapus produk tersebut dari daftar penawaran mereka. Keputusan ini mencerminkan strategi defensif di tengah lingkungan suku bunga rendah yang membuat margin net interest margin (NIM) bank-bank besar menyusut.

Tekanan margin ini disebabkan oleh kebijakan moneter longgar dari People's Bank of China (PBOC) yang menekan suku bunga deposito dan pinjaman. Bank-bank besar China, yang menguasai sebagian besar pasar perbankan negara tersebut, menghadapi tantangan karena biaya dana tinggi dari deposito berimbal tinggi sementara pendapatan dari pinjaman tetap rendah. Dengan menghapus sertifikat deposito bernilai puluhan juta yuan per unit, bank-bank ini berupaya menurunkan cost of funds secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa yield deposito lima tahun sempat mencapai 2,5 persen atau lebih, jauh di atas tingkat standar.

Langkah ini juga bagian dari upaya lebih luas regulator China untuk menstabilkan sistem keuangan. Pada November lalu, PBOC menginstruksikan bank untuk mengoptimalkan struktur deposito dan mengurangi ketergantungan pada produk high-yield. Hal ini membantu mencegah kompetisi tidak sehat antar bank yang bisa memicu risiko likuiditas. Di sisi lain, nasabah individu dan korporasi yang mengandalkan deposito ini kini beralih ke produk alternatif seperti deposito biasa atau instrumen pasar uang dengan imbal hasil lebih rendah.

Implikasi global dari kebijakan ini cukup signifikan, terutama bagi investor asing yang memantau stabilitas perbankan China. Penurunan NIM bank besar bisa memengaruhi profitabilitas sektor keuangan, yang menyumbang porsi besar PDB China. Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tren serupa mulai terlihat dengan bank lokal menyesuaikan suku bunga deposito di bawah tekanan BI Rate yang stabil. Fintech seperti Morfotech.id menawarkan alternatif investasi digital dengan yield kompetitif tanpa risiko margin bank tradisional.

Secara keseluruhan, pemangkasan produk deposito high-yield oleh bank China menandakan transisi menuju model perbankan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini juga pelajaran bagi perbankan Indonesia untuk diversifikasi sumber dana dan memanfaatkan teknologi fintech guna menjaga daya saing. Dengan ekonomi China yang terus memimpin, perubahan ini berpotensi memengaruhi aliran modal regional dan strategi investasi jangka panjang.

Iklan Morfotech whatsapp +62 811-2288-8001 website https://morfotech.id

Sumber:
AI Morfotech - Morfogenesis Teknologi Indonesia AI Team
Kamis, Desember 4, 2025 12:19 AM
Logo Mogi